Pengapian Grand Hilang: Penyebab, Diagnosa, dan Solusi

Putri Indah

Kehilangan pengapian pada sepeda motor Honda Grand adalah masalah umum yang seringkali membuat pemiliknya frustrasi. Mesin yang tiba-tiba mati atau sulit dihidupkan, seringkali disertai dengan hilangnya percikan api pada busi, merupakan indikasi kuat adanya masalah pada sistem pengapian. Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, penting untuk memahami komponen-komponen utama sistem pengapian Grand, cara kerja sistem tersebut, dan berbagai penyebab potensial hilangnya pengapian, serta cara mendiagnosis dan memperbaikinya. Artikel ini akan membahas secara mendalam aspek-aspek tersebut.

Sistem Pengapian Honda Grand: Komponen dan Cara Kerja

Sistem pengapian Honda Grand, seperti kebanyakan sepeda motor lawas, menggunakan sistem pengapian AC-CDI (Alternating Current – Capacitor Discharge Ignition). Sistem ini relatif sederhana namun cukup andal. Komponen-komponen utamanya meliputi:

  • Spul Pengapian (Pulser Coil): Terletak di dalam magnet atau roda gila (flywheel), spul pengapian berfungsi menghasilkan tegangan AC (Alternating Current) saat magnet berputar. Tegangan ini nantinya akan digunakan untuk mengisi kapasitor di dalam CDI. Spul pengapian biasanya terdiri dari lilitan kawat tembaga yang dililitkan pada inti besi. Kondisi spul yang buruk, seperti putus atau short circuit, akan mengganggu produksi tegangan yang dibutuhkan.

  • CDI (Capacitor Discharge Ignition): Unit CDI adalah pusat kendali sistem pengapian. Fungsinya adalah menyimpan tegangan AC yang dihasilkan oleh spul pengapian di dalam sebuah kapasitor, dan kemudian melepaskan tegangan tinggi tersebut ke koil pengapian pada saat yang tepat. CDI mendapatkan informasi timing pengapian dari pulser atau pick-up coil. CDI pada Grand biasanya berupa CDI non-programmable (CDI DC digunakan pada Grand keluaran terakhir). Kerusakan pada CDI bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti komponen internal yang rusak, korsleting, atau overheat.

  • Pulser Coil (Pick-up Coil): Pulser coil, juga terletak di dekat magnet, bertugas memberikan sinyal ke CDI untuk menentukan saat yang tepat untuk memicu pengapian. Saat tonjolan pada magnet melewati pulser coil, akan dihasilkan sinyal tegangan kecil yang mengaktifkan transistor di dalam CDI, sehingga kapasitor melepaskan tegangannya. Posisi pulser coil sangat krusial untuk timing pengapian yang tepat. Jarak yang terlalu jauh atau kerusakan pada pulser coil dapat menyebabkan pengapian yang tidak tepat atau bahkan hilang.

  • Koil Pengapian (Ignition Coil): Koil pengapian bertugas mengubah tegangan rendah dari CDI menjadi tegangan tinggi (ribuan volt) yang dibutuhkan untuk menghasilkan percikan api pada busi. Koil pengapian adalah sebuah transformator step-up yang terdiri dari dua lilitan: lilitan primer (jumlah lilitan sedikit) dan lilitan sekunder (jumlah lilitan banyak). Kerusakan pada koil pengapian, seperti putus atau short circuit pada lilitan, akan mencegah terjadinya percikan api.

  • Busi (Spark Plug): Busi adalah komponen yang menghasilkan percikan api di dalam ruang bakar, membakar campuran udara dan bahan bakar. Busi terdiri dari elektroda tengah dan elektroda massa yang dipisahkan oleh celah. Kondisi busi yang buruk, seperti kotor, aus, atau celah yang terlalu lebar/sempit, dapat mengganggu proses pembakaran.

  • Kabel Busi dan Tutup Busi (Spark Plug Wire and Cap): Kabel busi menghantarkan tegangan tinggi dari koil pengapian ke busi. Tutup busi melindungi busi dari kotoran dan air, serta menghubungkan kabel busi ke busi. Kabel yang retak atau putus, atau tutup busi yang rusak, dapat menyebabkan kebocoran tegangan dan hilangnya percikan api.

  • Kunci Kontak (Ignition Switch): Kunci kontak berfungsi sebagai saklar utama yang menghubungkan dan memutuskan arus listrik ke sistem pengapian.

  • Kabel-kabel dan Konektor: Kabel dan konektor menghubungkan semua komponen sistem pengapian. Kabel yang putus, konektor yang kotor atau longgar, dapat menyebabkan gangguan pada sistem pengapian.

BACA JUGA:   Mengenal Lebih Dalam Busi Vario 110 FI: Spesifikasi, Fungsi, dan Pemeliharaan

Cara Kerja Sistem:

  1. Saat mesin berputar, magnet pada flywheel melewati spul pengapian, menghasilkan tegangan AC.
  2. Tegangan AC ini diumpankan ke CDI.
  3. CDI menyimpan tegangan tersebut di dalam kapasitor.
  4. Saat tonjolan pada flywheel melewati pulser coil, pulser coil mengirimkan sinyal ke CDI.
  5. CDI kemudian melepaskan tegangan tinggi dari kapasitor ke koil pengapian.
  6. Koil pengapian mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi.
  7. Tegangan tinggi dialirkan melalui kabel busi ke busi.
  8. Busi menghasilkan percikan api yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.

Penyebab Umum Pengapian Grand Hilang

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan pengapian Grand hilang. Berikut beberapa penyebab umum:

  • Kerusakan pada Spul Pengapian: Spul pengapian yang putus atau mengalami short circuit adalah penyebab umum hilangnya pengapian. Hal ini bisa disebabkan oleh usia, panas berlebih, atau kerusakan fisik.

  • Kerusakan pada CDI: CDI yang rusak tidak dapat menyimpan dan melepaskan tegangan dengan benar. Hal ini bisa disebabkan oleh komponen internal yang rusak, korsleting, atau overheat.

  • Kerusakan pada Pulser Coil: Pulser coil yang rusak tidak dapat mengirimkan sinyal yang tepat ke CDI. Hal ini bisa disebabkan oleh jarak yang tidak tepat antara pulser coil dan magnet, kerusakan fisik, atau masalah kelistrikan internal.

  • Kerusakan pada Koil Pengapian: Koil pengapian yang rusak tidak dapat menghasilkan tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk percikan api. Hal ini bisa disebabkan oleh lilitan yang putus atau short circuit.

  • Busi yang Rusak atau Kotor: Busi yang kotor, aus, atau memiliki celah yang tidak tepat tidak dapat menghasilkan percikan api yang kuat.

  • Kabel Busi dan Tutup Busi yang Rusak: Kabel busi yang retak atau putus, atau tutup busi yang rusak, dapat menyebabkan kebocoran tegangan.

  • Kunci Kontak yang Rusak: Kunci kontak yang rusak dapat memutuskan aliran listrik ke sistem pengapian.

  • Kabel atau Konektor yang Putus atau Longgar: Kabel yang putus atau konektor yang longgar dapat menyebabkan gangguan pada aliran listrik ke komponen sistem pengapian.

  • Massa (Ground) yang Buruk: Koneksi massa yang buruk dapat mengganggu kinerja sistem pengapian. Pastikan semua kabel massa terhubung dengan baik ke rangka sepeda motor.

  • Magnet yang Lemah: Meskipun jarang terjadi, magnet yang kehilangan sebagian kekuatannya dapat mengurangi tegangan yang dihasilkan oleh spul pengapian.

BACA JUGA:   Busi SplitFire untuk Motor: Ulasan Mendalam dan Analisis Kinerja

Diagnosa Sistem Pengapian: Langkah Demi Langkah

Untuk menemukan penyebab hilangnya pengapian, diperlukan proses diagnosa yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Periksa Busi: Lepaskan busi dan periksa kondisinya. Apakah busi basah, kering, kotor, atau aus? Bersihkan busi jika kotor, dan ganti jika aus atau rusak. Periksa celah busi dan pastikan sesuai dengan spesifikasi pabrikan (biasanya sekitar 0.6 – 0.8 mm). Gunakan feeler gauge untuk mengukur celah.

  2. Periksa Percikan Api: Pasang kembali busi ke tutup busi, lalu tempelkan ulir busi ke rangka sepeda motor (pastikan ada kontak yang baik). Engkol mesin (kick starter) atau putar mesin dengan starter elektrik (jika tersedia). Perhatikan apakah ada percikan api yang berwarna biru kuat di antara elektroda busi. Jika tidak ada percikan api, atau percikannya lemah (berwarna oranye atau kuning), berarti ada masalah pada sistem pengapian.

  3. Periksa Kabel Busi dan Tutup Busi: Periksa kondisi kabel busi dan tutup busi. Pastikan tidak ada retakan atau kerusakan fisik lainnya. Periksa resistansi kabel busi menggunakan multimeter. Resistansi yang terlalu tinggi menunjukkan adanya masalah pada kabel.

  4. Periksa Koil Pengapian: Periksa resistansi primer dan sekunder koil pengapian menggunakan multimeter. Bandingkan hasilnya dengan spesifikasi pabrikan. Jika resistansinya tidak sesuai, koil pengapian mungkin rusak.

  5. Periksa Pulser Coil: Ukur tegangan dan resistansi pulser coil menggunakan multimeter. Putar mesin secara manual dan perhatikan perubahan tegangan yang dihasilkan pulser coil. Bandingkan hasilnya dengan spesifikasi pabrikan. Periksa juga jarak antara pulser coil dan tonjolan pada magnet. Pastikan jaraknya sesuai (biasanya sangat kecil, sekitar 0.5 – 1 mm).

  6. Periksa Spul Pengapian: Ukur tegangan dan resistansi spul pengapian menggunakan multimeter. Putar mesin secara manual dan perhatikan tegangan yang dihasilkan spul pengapian. Bandingkan hasilnya dengan spesifikasi pabrikan.

  7. Periksa CDI: Pengujian CDI seringkali memerlukan alat khusus dan pemahaman yang mendalam tentang elektronika. Jika Anda tidak yakin, sebaiknya bawa CDI ke bengkel spesialis kelistrikan untuk diuji. Namun, sebagai langkah awal, Anda bisa memeriksa koneksi CDI dan memastikan tidak ada kabel yang putus atau longgar.

  8. Periksa Kunci Kontak dan Kabel: Periksa kunci kontak dan semua kabel yang terkait dengan sistem pengapian. Pastikan tidak ada kabel yang putus, longgar, atau berkarat. Periksa juga kondisi konektor.

  9. Periksa Massa (Ground): Pastikan semua kabel massa terhubung dengan baik ke rangka sepeda motor. Bersihkan area kontak massa jika berkarat.

BACA JUGA:   Panduan Lengkap Busi untuk Vario 125 Injeksi: Spesifikasi, Pemilihan, dan Perawatan

Solusi: Memperbaiki Pengapian Grand yang Hilang

Setelah menemukan komponen yang rusak, langkah selanjutnya adalah memperbaikinya. Berikut adalah beberapa solusi umum:

  • Ganti Busi: Jika busi rusak, kotor, atau aus, ganti dengan busi baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan.

  • Ganti Kabel Busi dan Tutup Busi: Jika kabel busi retak atau putus, atau tutup busi rusak, ganti dengan yang baru.

  • Ganti Koil Pengapian: Jika koil pengapian rusak, ganti dengan koil pengapian baru yang sesuai.

  • Ganti Pulser Coil: Jika pulser coil rusak, ganti dengan pulser coil baru yang sesuai.

  • Ganti Spul Pengapian: Jika spul pengapian rusak, ganti dengan spul pengapian baru yang sesuai.

  • Ganti CDI: Jika CDI rusak, ganti dengan CDI baru yang sesuai. Pastikan CDI yang baru sesuai dengan tipe sistem pengapian sepeda motor Anda (AC-CDI atau DC-CDI).

  • Perbaiki atau Ganti Kunci Kontak: Jika kunci kontak rusak, perbaiki atau ganti dengan kunci kontak baru.

  • Perbaiki atau Ganti Kabel dan Konektor: Perbaiki kabel yang putus atau ganti konektor yang rusak.

  • Bersihkan dan Kencangkan Koneksi Massa (Ground): Bersihkan area kontak massa dan pastikan semua kabel massa terhubung dengan baik ke rangka sepeda motor.

Pencegahan: Menjaga Sistem Pengapian Tetap Prima

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga sistem pengapian Honda Grand tetap prima:

  • Periksa Busi Secara Berkala: Periksa busi secara berkala dan bersihkan atau ganti jika perlu.

  • Periksa Kondisi Kabel dan Konektor: Periksa kondisi kabel dan konektor secara berkala dan pastikan tidak ada yang putus, longgar, atau berkarat.

  • Jaga Kebersihan Sistem Pengapian: Jaga kebersihan sistem pengapian dari kotoran dan air.

  • Gunakan Suku Cadang yang Berkualitas: Gunakan suku cadang yang berkualitas saat mengganti komponen sistem pengapian.

  • Servis Rutin: Lakukan servis rutin sepeda motor di bengkel yang terpercaya.

Dengan memahami sistem pengapian Honda Grand, mengetahui penyebab umum hilangnya pengapian, dan mengikuti langkah-langkah diagnosa dan perbaikan yang tepat, Anda dapat mengatasi masalah ini secara efektif dan menjaga sepeda motor Anda tetap berjalan dengan lancar.

Also Read

Bagikan: