Supra GTR 150, sebagai salah satu motor bebek sport andalan Honda, memang menawarkan performa yang cukup menjanjikan. Namun, seperti halnya kendaraan bermotor lainnya, Supra GTR 150 juga tidak luput dari berbagai kekurangan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilikinya. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai kelemahan Supra GTR 150, berdasarkan berbagai ulasan pengguna, pengalaman pemilik, dan pengujian yang dilakukan oleh berbagai media otomotif. Pembahasan akan mencakup aspek performa, kenyamanan, desain, fitur, dan beberapa masalah umum yang sering ditemui.
1. Performa yang Tidak Sebanding dengan Ekspektasi
Salah satu kritik utama yang sering dilayangkan terhadap Supra GTR 150 adalah performanya yang dianggap kurang "nendang" dibandingkan dengan ekspektasi yang dibangun oleh desainnya yang agresif dan sporty. Meskipun dibekali mesin 150cc liquid cooled DOHC, beberapa pengguna merasa bahwa akselerasinya kurang responsif, terutama pada putaran bawah dan menengah.
- Torsi yang Kurang: Beberapa ulasan menyebutkan bahwa torsi Supra GTR 150 terasa kurang bertenaga dibandingkan dengan kompetitornya di kelas yang sama. Hal ini berdampak pada kemampuan motor saat menanjak atau membawa beban berat. Pengendara mungkin perlu lebih sering menurunkan gigi untuk mendapatkan tenaga yang optimal.
- Top Speed yang Terbatas: Meskipun klaim pabrikan mungkin menjanjikan angka yang tinggi, realitas di lapangan seringkali berbeda. Banyak pengguna melaporkan bahwa top speed Supra GTR 150 sulit mencapai angka yang diiklankan, terutama dalam kondisi jalan yang sebenarnya dengan mempertimbangkan faktor angin, bobot pengendara, dan kondisi jalan.
- Getaran Mesin: Pada putaran mesin tinggi, getaran pada setang dan footstep terasa cukup signifikan, mengurangi kenyamanan berkendara, terutama dalam perjalanan jauh. Hal ini bisa menjadi masalah bagi pengendara yang sensitif terhadap getaran.
- Mapping ECU yang Kurang Optimal: Beberapa pengguna menduga bahwa mapping ECU (Engine Control Unit) bawaan pabrik kurang optimal, menyebabkan performa mesin tidak maksimal. Beberapa memilih untuk melakukan remap ECU untuk meningkatkan performa, tetapi tindakan ini tentu saja dapat membatalkan garansi.
2. Kenyamanan yang Kurang Memadai untuk Perjalanan Jauh
Meskipun dirancang sebagai motor bebek sport yang juga nyaman untuk touring, Supra GTR 150 memiliki beberapa kekurangan dalam hal kenyamanan, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
- Posisi Berkendara yang Agak Membungkuk: Posisi berkendara yang cenderung membungkuk, meskipun memberikan kesan sporty, dapat menyebabkan kelelahan pada punggung dan pergelangan tangan saat digunakan dalam perjalanan jauh. Posisi ini mungkin lebih cocok untuk penggunaan harian dalam kota dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.
- Jok yang Keras: Jok Supra GTR 150 dinilai cukup keras oleh beberapa pengguna, sehingga kurang nyaman untuk diduduki dalam waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit pada bokong dan paha saat melakukan perjalanan jauh.
- Suspensi yang Keras: Suspensi Supra GTR 150 cenderung keras, terutama suspensi belakang. Hal ini membuat motor kurang nyaman saat melewati jalan yang bergelombang atau rusak. Guncangan yang terasa dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan meningkatkan risiko kelelahan.
- Tidak Ada Fitur Windshield: Supra GTR 150 tidak dilengkapi dengan windshield, sehingga pengendara akan langsung terpapar angin saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan mengganggu konsentrasi, terutama saat melakukan perjalanan jauh.
3. Desain yang Kontroversial dan Kurang Fungsional
Meskipun memiliki tampilan yang sporty dan agresif, desain Supra GTR 150 juga memiliki beberapa kekurangan dan dianggap kontroversial oleh sebagian orang.
- Desain Lampu Depan yang Kurang Menarik: Desain lampu depan Supra GTR 150 seringkali dikritik karena dianggap kurang menarik dan kurang modern dibandingkan dengan desain keseluruhan motor. Beberapa pengguna mengganti lampu depan standar dengan aftermarket untuk meningkatkan penampilan.
- Desain Bodi Belakang yang Kurang Proporsional: Beberapa orang menganggap desain bodi belakang Supra GTR 150 kurang proporsional dan terlalu pendek, sehingga terlihat kurang seimbang dengan bagian depan motor.
- Tidak Ada Fitur Rak atau Gantungan Barang: Supra GTR 150 tidak dilengkapi dengan rak atau gantungan barang, sehingga kurang praktis untuk membawa barang bawaan saat berbelanja atau bepergian. Hal ini menjadi kekurangan bagi pengendara yang sering membawa barang.
- Posisi Kunci Kontak yang Kurang Praktis: Posisi kunci kontak yang terletak di bawah jok dianggap kurang praktis, terutama saat harus membuka jok untuk mengisi bensin atau mengambil barang. Pengendara harus turun dari motor dan membungkuk untuk mengakses kunci kontak.
4. Fitur yang Kurang Lengkap Dibandingkan Kompetitor
Meskipun sudah dibekali dengan beberapa fitur modern, Supra GTR 150 masih memiliki beberapa kekurangan jika dibandingkan dengan kompetitornya di kelas yang sama.
- Tidak Ada Fitur ABS (Anti-lock Braking System): Ketiadaan fitur ABS menjadi salah satu kekurangan utama Supra GTR 150, terutama jika dibandingkan dengan beberapa kompetitornya yang sudah menawarkan fitur ini. ABS sangat penting untuk meningkatkan keselamatan berkendara, terutama saat melakukan pengereman mendadak di jalan yang licin.
- Tidak Ada Fitur Smart Key System: Supra GTR 150 masih menggunakan kunci konvensional, belum dilengkapi dengan fitur smart key system yang lebih modern dan praktis. Fitur smart key system memungkinkan pengendara untuk menyalakan motor tanpa menggunakan kunci, hanya dengan menekan tombol.
- Panel Instrumen yang Belum Full Digital: Meskipun sudah menggunakan panel instrumen digital, Supra GTR 150 belum menggunakan panel instrumen full digital yang lebih modern dan informatif. Panel instrumen full digital biasanya menampilkan lebih banyak informasi, seperti konsumsi bahan bakar rata-rata, indikator posisi gigi, dan lain-lain.
- Tidak Ada Port USB Charger: Supra GTR 150 tidak dilengkapi dengan port USB charger, sehingga pengendara tidak dapat mengisi daya perangkat mobile saat berkendara. Fitur ini sangat berguna bagi pengendara yang sering menggunakan smartphone untuk navigasi atau keperluan lainnya.
5. Masalah Umum yang Sering Ditemui
Selain kelemahan-kelemahan di atas, Supra GTR 150 juga seringkali mengalami beberapa masalah umum yang perlu diwaspadai oleh calon pemilik.
- Rantai Berisik dan Cepat Kendor: Rantai Supra GTR 150 seringkali berisik dan cepat kendor, sehingga perlu sering dilakukan penyetelan dan pelumasan. Hal ini bisa menjadi masalah jika pengendara kurang memperhatikan perawatan rantai.
- Kampas Kopling Cepat Habis: Beberapa pengguna melaporkan bahwa kampas kopling Supra GTR 150 cenderung cepat habis, terutama jika sering digunakan untuk berkendara secara agresif. Penggantian kampas kopling tentu saja membutuhkan biaya tambahan.
- Oli Mesin Rembes: Beberapa kasus oli mesin rembes juga pernah dilaporkan oleh pengguna Supra GTR 150. Rembesan oli dapat menyebabkan masalah pada mesin jika tidak segera ditangani.
- Sensor CKP (Crankshaft Position) Bermasalah: Beberapa pengguna mengalami masalah dengan sensor CKP, yang dapat menyebabkan mesin sulit dihidupkan atau bahkan mati mendadak saat berkendara.
6. Harga yang Kurang Kompetitif
Dibandingkan dengan beberapa kompetitornya, harga Supra GTR 150 dianggap kurang kompetitif, terutama jika mempertimbangkan fitur dan performa yang ditawarkan. Dengan harga yang hampir sama, konsumen mungkin mempertimbangkan untuk memilih motor lain yang menawarkan fitur lebih lengkap atau performa lebih baik.
Dengan mempertimbangkan semua kelemahan yang telah disebutkan di atas, calon pembeli Supra GTR 150 perlu mempertimbangkan dengan matang apakah motor ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Melakukan riset lebih lanjut dan mencoba langsung motor ini sebelum memutuskan untuk membeli sangat disarankan.